Tabungan Ekstra

Tabungan Ekstra
cara nabung yg menguntungkan

Pay Per click Paling Mahal!blm apa2 udah $24 cash out $75

Cari duit Mudah cuma tinggal KLIK!

Cari duit yg gampang dengan Modal Gratis

Woro-Woro....

Telah di terbitkan Blogger Dlast Pattaya
alamatnya di dlastpattaya.blogspot.com
atau klik link di rentetan link ku...

BELAJAR KONSEP CLASS DAN OBYEK DI JAVA  

Senin, 20 September 2010

Saya mencoba menggunakan bahasa yang enak dan mudah dimengerti… semoga berhasil ya….. keep share….

KONSEP CLASS DAN OBYEK

1. class, atribut dan method

Intinya, class dapat dianalogikan seperti gambaran umum tentang sesuatu. Misalnya :

ARTIS

Artis itu punya apa aja sih?

Punya nama, umur, film yang dibintangi dan sebagainya…

Nah, yang dipunyai class inilah yang disebut atribut…

Kemudian ARTIS itu juga punya kemampuan, misalnya dapat menyebutkan identitas mereka. Kemampuan ini yang biasanya disebut method di dalam pemrograman JAVA.

Nah..kalo mau di coding, jadinya kan begini :

class Artis {

private String nama;

private int umur;

private String film;

public void sebutIdentitas(){

System.out.println(”Nama : ”+nama);

System.out.println(“Umur : ”+umur);

System.out.println(“Film : ”+film);

}

}

Terus, kalau begitu, yang mau ditampilin apa dong Mas? Kan semua variabelnya (nama,umur,film) belom diberi nilai???

Ya..bentar….berarti kita harus membuat agar si class itu mempunyai kemampuan untuk memasukkan identitas. Hm..berarti bicara method kan…

Nah, kita harus menambah method untuk memasukkan data…coba deh ketik code dibawah ini….

Code-nya jadi begini deh :

class Artis {

private String nama;

private int umur;

private String film;

public void setNama(String namaArtisnya){

this.nama=namaArtisnya;

}

public void setUmur(int umurArtisnya){

this.umur=umurArtisnya;

}

public void setFilm(String filmArtisnya){

this.film=filmArtisnya;

}

public void sebutIdentitas(){

System.out.println(”Nama : ”+nama);

System.out.println(“Umur : ”+umur);

System.out.println(“Film : ”+film);

}

}

Oke…sudah selesai kan ngetiknya..atau copy pastenya..hehehe..kebiasaan buruk tuh..hayo..hayo… gak mau coba ngetik…… tapi gak papa deh….kali ini diampuni…imanmu masih menyelamatkanmu nak… walah…walah…

Udah ah…lanjut lagi ke program….

Dari code program diatas berarti sudah ada 4 method kan? Method terakhir untuk menampilkan identitas, 3 method yang diatasnya untuk memasukkan data. Terus gimana masukinnya mas kalo pake method itu???

OO….tenang aja…gini caranya….kamu bikin class satu lagi namanya main. Class main itu merupakan class dimana program mempunyai urutan cara berjalannya. Ciri ciri dari class main itu adalah mempunyai method :

public static void main(String args[]){

//tuliskan urutan berjalannya program disini…

}

Nah….di dalam class main itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :

Pertama bikin obyek dari kelas artis.

Kemudian gunakan obyek tersebut untuk memanggil method setNama, setUmur dan setFilm.

Eit-eit..bentar mas…kok udah ngomongi obyek….kan..aku masih bingung??

Iya…ya…hehehe..sorry…deh..

Ya udah..sekalian tak jelasin apa itu obyek..tapi lihat code ini dulu yah…ini adalah code class main untuk program diatas tadi :

class main{

public static void main(String args[]){

//buat objek artis

Artis renata = new Artis();

//masukkan identitas artis

renata.setNama(”Mariana Renata”);

renata.setUmur(24);

renata.setFilm(”Janji Joni”);

//tampilkan identitas artis di output

renata.sebutIdentitas();

}

}

Outputnya akan jadi kayak gini :

—————————————-

Nama : Mariana Renata

Umur : 24

Film : Janji Joni

—————————————

Oke tak jelasin sekarang….kenapa harus ada obyek…terus apa obyek itu…

Kalau kelas tadi kan adalah gambaran umum dari sesuatu, nah kalau obyek adalah gambaran spesifik dari sesuatu itu tadi…

Jadi misalnya kan tadi ada class Artis. Nah artis kan ada macam-macam…ada dian sastrowardoyo, mariana renata, artika sari devi,agni pratista, luna maya, julie esttele…

12083295490dian2zj6

(hm..biasa bro..obsesi yang gak kesampaian….), yang jadi obyek ya itu..si dian sastrowardoyo, mariana renata….mereka kan punya nama,umur, alamat, noHp misalnya…

Sekarang coba kita lihat code diatas. Cara mendeklarasikan obyek adalah seperti ini :

Artis renata = new Artis();

Sitaknya : = new

Konstruktor tuh method yang mempunyai nama yang sama dengan class…besok tak jelasin lagi deh….pokoknya tau dulu aja gimana bikin obyek…yang penting kalo nama kelasnya artis, di bagian konstruktor kamu tulis juga Artis dan diberi () ==> Artis().

Dengan obyek yang telah dibikin tadi, kamu bisa memanggil method yang sudah di buat di class Artis tadi. Missal mau mengisikan nama….maka kita memanggil method setNama.

renata.setNama(masukkan namanya disini);

kok bisa gitu sih mas…kok harus terus titik gitu….

gambarannya gini saudara-saudara sekalian….

kan tadi obyek tuh gambaran spesifik dari sesuatu yang lebih general… nah kalau di classnya ada nama, umur, sebutIdentitas() dll…maka kalau kita bikin obyek dari kelas itu, otomatis obyek akan mempunyai apa saja yang ada di class itu. Cara mengakses yang dipunyainya adalah dengan tanda titik. Jadi bisa dikatakan juga class itu seperti cetakan dan obyek itu hasil dari cetakannya.

Terus untungnya apa??? Untungnya kalau misalnya ada kasus dimana kita akan mengolah data untuk 2 artis yang berbeda. Kalau tanpa obyek kan gini :

class main{

public static void main(String args[])

{

String nama1=”mariana”;

int umur1=24;

String film1=”janji joni”;

String nama2=”dian sastrowardoyo”;

int umur2=26;

String film2=”Pasir Berbisik”;

System.out.println(”Nama : ”+nama1);

System.out.println(“Umur : ”+umur1);

System.out.println(“Film : ”+film1);

System.out.println(”Nama : ”+nama2);

System.out.println(“Umur : ”+umur2);

System.out.println(“Film : ”+film2);

}

}

Kalau dengan obyek :

class main{

public static void main(String args[]){

//buat objek artis

Artis renata = new Artis();

Artis dian = new Artis();

//masukkan identitas artis

renata.setNama(”Mariana Renata”);

renata.setUmur(24);

renata.setFilm(”Janji Joni”);

//masukkan identitas artis

dian.setNama(“Dian Sastrowardoyo”);

dian.setUmur(26);

dian.setFilm(”Pasir Berbisik”);

//tampilkan identitas artis di output

renata.sebutIdentitas();

dian.sebutIdentitas();

}

}

Terlihat kan disni, pada cara output datanya….bila tidak menggunakan obyek kita harus berulang kali menuliskan system.out.println() untuk tiap variable. Bila menggunakan obyek, kita tinggal memanggil method sebutIdentitas() dimana method tersebut mempunyai perintah untuk menampilkan data-data sesuai urutan tertentu (nama, umur kemudian film). Dan method tersebut bisa digunakan oleh obyek lain…tidak hanya terbatas untuk satu obyek saja….

Download versi Doc

Sumber : Click

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


My Kucing"SISFOR"  

Kamis, 18 Desember 2008


sabtu siankz...
petualangan 2 pemuda yg masih agak perjaka sdikit(tuitik tok ko')dimulai.....
abis tambahan Matdis N PTI...2 pemuda tampan itu pergi menjelajah dengan tujuan mencari kucing dambaan hati...
tempat pertama yg dikunjungi adalah pasar hewan Bratang(Sing paling cedek sek)..
disana hewan2 tidak d perlakukan selayaknya manusia("GJ"=Gak jelas)
haraga disana mahal-mahal..
kata si mbex coba di liat di petshop deket-deket situ..
akhir e aku pergi ke pet shop tersebut...
dsaana ada 2 kucing bagus bersih2 lagi...harga e pun murah...
aku sms mama ku katae coba liat dulu di PTC(dsana banyak petshop)
akhire aku kesana sama mbex ke PTC...
sampe dsana langsung ae 2 pemuda itu berlarian....
segera ke tempat pet shop tersebut...
tapi sayang sepatu gelang...
harga kucing dsana muaahal gk karuan...
akhire aku mutusin buat ngambil yang di bratang tadi..
aku sma ambex langsung ksana lagi...tapi maem dulu di foodcourt e PTC..
pas sampe parkiran ujan gerimis..
tapi kata e Mbex sapu ae...
di tengah perjalanan ujan KUENCENG g karuan
sampai bratang kami langsung bilang sama yang punya bwt ngambil kucing e
akhire aku sama mbex pulang ke kos sambil nunggu ucup dateng bwa mobil bwt ngangkut kucing..
ucup datang sama anak2 terus kami ke bratang ngambil kucing itu..
pertamae sulit banget cari nama..
banyak nama yang bermunculan...akhire salah satu e nyebut nama "SISFOR"(lek gk salah si OXA..)
akhire di putuskan bwt ngasih nama kucing itu "SISFOR"
knp harus SISFOR??
salah satu alasannya adalah untuk mengenang taon pertama di Sistem Informasi yang sangat berkesan banget...(pas nulis ini netes air mataku..)

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


Praktikum Berasas Kekeluargaan  

Ass. WR.WB.
praktikum pertama smester satu DI SI pertama e si kliatan sulit..
mana waktu itu aku giliran pertama maju sama mbex n Pak boz Fatur..
eh iya deng ada oM Charis..pertama maju se gugup e gk karuan...
tapi semua berjalan lancar..
untung nya Shift 1 kedapatan Asisten yang pertama e kliatan JUAHAT..
tapi Baek sekali...
gmna ndak baek coba..
temen2 klo pas mw buat materi selalu d dampingi..
pernah waktu itu aku ikutan liat kelompok e Jabrix di MC'D
sampe pagi...ahahha
dsana ada sang Asprakx yg setia menunggu dan membimbing...(ojok besar kepala loo maz..)
terus pas itu kita juga di ajak nonton rame-rame gabung sama shift 2e mz arif 5207100002(kk NRP ku jeh!)
sampe2 saking rame nya ampir di usir ama satpam e...
sayang e poto e gk tak ambil...
asline masih banyak kejadian2 Longor2 yg lainnya
tapi saking banyak e sampai2 tak di ungkapkan dengan kata2....(kata-kataku duwur PAK!)

NB:bwt yg mriksa BLOG ku...
POTO e jek tak golek i mz???
ojok di kurangi ya nilai ku
nggarap e entek duit akeh iki...sma mbex n Jabrix di Java.net(swory sebut Merk)

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


OSS n POSS  


Definisi
Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.
Open source merupakan salah satu syarat free software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source.

Sejarah
Mulai tahun 1994-1995, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain
Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.
Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak bisa mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Dan tahun 1985 dia mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak: gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.
Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 di Finland mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, dan Debian dan lainnya. Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.
Kontribusi utama lain dari FSF selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux. Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.
Akan tetapi teminologi “free” yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini mendorong munculnya terminologi “open source” dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan “Open Source”, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.

Sistem Operasi Open Source
Seperti diketahui bersama sejak pertama kali diperkenalkan kala itu ada dua jenis sistem operasi atau Operating System yaitu UNIX dan Non-UNIX. Sistem operasi Non Unix antara lain IBM-PC DOS, kemudian setelah itu muncul MS-DOS, Mac-OS, dan lain-lain). UNIX umumnya digunakan pada komputer-komputer besar seperti super komputer, mainframe dan sebagainya, sedangkan non-UNIX umumnya digunakan dilingkungan komputer PC.
UNIX dikembangkan akhir tahun 60-an oleh sebuah group yang dipimpin Ken Thompson dari AT & T Laboratories. Pada awalnya sistem operasi ini didistribusikan secara gratis untuk pengembangan ke institusi-institusi pendidikan. Namun dalam perjalanannya, setelah banyak dipakai oleh dunia industri dan bisnis karena kehandalannya dalam dunia jaringan (networking), maka sistem operasi ini dipatenkan dan diperdagangkan.
Di Indonesia sendiri UNIX dalam perkembangannya lebih dikenal sebagai sistem operasi yang mahal, sehingga banyak perusahaan dan instansi pemerintah merasa tidak mampu membeli sistem operasi ini karena harganya terlalu mahal. Disamping harganya mahal kelangkaan program aplikasi untuk keperluan sehari-hari juga sulit ditemukan. Perkembangan UNIX yang mahal dan penggunaanya yang terbatas disebabkan karena dirancang untuk mengerjakan perintah-perintah program secara simultan (multitasking) dan bisa digunakan oleh beberapa user secara bersama (multiuser).
Di lingkungan perguruan tinggi sistem operasi UNIX hanyalah digunakan oleh PTN dan PTS besar saja. Sehingga tidak semua PTN dan PTS yang memiliki fakultas komputer sekalipun tidak mampu memberli dan mengajarkan UNIX kepada mahasiswanya. Kemudian dengan hadirnya IBM-PC DOS dan kemudian MS-DOS yang diperkenalkan tahun 1981 oleh Microsoft yang merupakan sistem operasi untuk IBM-PC yang waktu jalan pada komputer PC-XT 8086, PC-AT 286 dan PC-AT 386.
Sejak saat itu peran Microsoft dalam industri piranti lunak mulai merajai pasaran di seluruh dunia khususnya untuk sistem operasi dan aplikasi praktis perkantoran. Bahkan sejak dirilisnya Microsoft Windows versi 1.x, Windows Versi 2.x, Windows Versi 3.x, Microsoft Windows 95, Windows NT, Microsoft Windows 2000 Pro dan Server, Windows XP, Microsoft Windows 2003 Server hingga versi Longhorn yang akan diluncurkan dalam waktu dekat tetap akan merajai pasaran piranti lunak dunia.
Di Indonesia sendiri penggunaan piranti lunak khususnya Microsoft memang tidak bisa dipungkiri walaupun tidak semua perusahaan, instansi pemerintah atau perguruan tinggi membeli ataupun melakukan Agreement dengan Microsoft. Bahkan untuk pemakai rumahan mungkin bisa dihitung dengan jari yang menggunakan sistem operasi maupun software yang legal. Hal ini bisa berdampak negatif, baik bagi pemerintah maupun bagi pemakainya sendiri terutama bila dikaitkan dengan sudah berlakuknya Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang di dalamnya termasuk program komputer.
Sebenarnya dalam lingkungan TI dikenal pula software yang menggunakan lisensi opensource. Dimana software tersebut dapat digunakan secara terbuka dan dapat dikembangkan oleh siapa saja. Software opensource merupakan program yang dapat dibagikan kepada orang lain dalam bentuk source code atau program mentah. Opensource mendorong pengguna untuk lebih berimprovisasi dengan software tersebut. Dalam hal software system operasi, seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa terdapat berbagi macam ystem operasi, mulai dari UNIX, Windows, Mac OS, hingga Linux.
Linux adalah salah satu software system operasi yang bersifat opensource. Banyak orang yang ingin mencoba system operasi ini karena mempunyai banyak kelebihan. Tapi karena sebelumnya sudah terbiasa dengan satu system operasi tertentu mengakibatkan sedikit ragu-ragu untuk mengganti system operasinya. Walaupun dalam prakteknya linux bisa didampingkan dengan system operasi lain (dual boot) tapi tetap saja harus melakukan langkah-langkah yang mungkin sebelumnya tidak pernah dilakukan sewaktu melakukan instalasi system operasi yang lain (windows). Pada umumnya sewaktu meng-instal system operasi dengan menggunakan dual boot, akan memngalami kesulitan pada saat melakukan partisi pada hard disk.
Akan tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya linux live cd. Salah satunya adalah Linux Knoppix. Linux live CD mempunyai kemampuan dapat langsung dijalankan dari CD tanpa harus di install terlebih dahulu. Jadi, begitu proses booting dimulai, CD Linux Knoppix langsung diakses dan Linux Knoppix mulai berjalan bertahap secara otomatis. Pengenalan hardware pun dilakukan secara otomatis yang berakhir dengan keluarnya tampilan GUI (Graphical User Interface) KDE. Dan bila kita ingin berganti ke system operasi yang telah kita install di harddisk, kita cukup restart dan mengeluarkan CD Linux Knoppix. Mudah bukan?

Gambar 1 : Tampilan Linux Knoppix 3.6
Didalam CD Linux Knoppix telah tersedia berbagai macam aplikasi yang siap digunakan ketika Linux Knoppix telah aktif. Aplikasi tersebut diantaranya :
1. Aplikasi office (word processing, spread sheet, presentation)
2. Aplikasi jaringan dan internet (browser, email client, chat)
3. Aplikasi multimedia (audio player, video player, graphic)
4. Aplikasi hiburan (games, edutainment)
5. Aplikasi pemrograman (program editor)
6. Aplikasi server (web server, database server), dll.

Software Linux Knoppix ini didistribusikan dibawah lisensi Debian GNU/Linux secara gratis. Nama Knoppix berasal dari nama penemunya yaitu Klaus Knopper. Untuk mendapatkannya kita bisa mendownload ISO CD Image 700 MB dari http://www.knoppix.net/get.php atau http://kambing.vlsm.org/debian-cd/knoppix/ (mirror Indonesia) dan mem-burn image tadi ke CD.
Aplikasi yang terdapat pada Linux Knoppix
 Linux Explorer
Seperti tampilan GUI pada Microsoft Windows, GUI KDE pada linux memiliki yang disebut Linux explorer yang bernama conqueror. Software ini begunaka untuk mengakses file yang terdapat pada harddisk, cdrom juga floppy.
 Aplikasi Office
Didalam linux knoppix telah terdapat aplikasi office seperti word processing, spread sheet dan presentations. Fungsi-fungsi tersebut dibundle oleh software yang bernama Openoffice. Dari tampilan memang sedikit berbeda dengan Office keluaran Microsoft. Namun, dari sisi penggunaan dan fitur bisa dibilang hampir sama dengan yang ada di Microsoft Office.
Berikut ini adalah padanan yang ada di Microsoft Office dengan yang ada di OpenOffice :
Microsoft Office – OpenOffice
Microsoft Word - OpenOffice Writer
Microsoft Excel - OpenOffice Calc
Microsoft Powerpoint - OpenOffice Impress
Selain Openoffice, didalam linux knoppix juga terdapat KOffice. Software ini merupakan satu paket dengan GUI KDE.
 Aplikasi Multimedia
Linux knoppix telah menyediakan aplikasi audio player seperti XMMS untuk dipakai memainkan musik dari file mp3 atau dari cd audio. Jika ingin menonton film dari VCD a tau DVD, bisa menggunakan Xine Media Player. Untuk user yang biasa bekerja dengan gambar, Linux Knoppix menyiapkan Kpaint dan Gimp. Fungsi Gimp mirip dengan fungsi dari Adobe Photoshop.
 Aplikasi Internet
Untuk browsing di internet, Linux Knoppix menyediakan aplikasi mozilla dan conqueror. Sedangkan untuk email client, bisa menggunakan Ximian Evolution.
Linux Knoppix memiliki banyak kelebihan, diantaranya :
 Tidak perlu di install ke dalam harddisk, cukup boot lewat CD
 Mudah digunakan, tidak perlu meng-install driver hardware (auto detect)
 Didalamnya ada banyak aplikasi untuk berbagai keperluan yang bisa langsung digunakan tanpa perlu meng-Install.
 Mudah mendapatkannya, download dari website knoppix atau kopi dari teman, dll.

Dengan semakin bagusnya perkembangan system operasi opensource, maka tidak ada salahnya jika Anda mencoba menggunakannya, karena didapat secara cuma-cuma (gratis), sehingga Anda tidak akan dipsingkan dengan biaya pembelian yang mahal.

POSS (pemberdayaan) di ITS dan Perguruan tinggi lainnya
 POSS di ITS
Sebagai salah satu institusi pendidikan yang bergerak di bidang teknologi, ITS mau tidak mau harus mengakomodasi dua ‘aliran’ yang pengembangan software. Dua aliran yang terus menerus bersaing tersebut adalah aliran copyright dan copyleft. Dengan kekuatan, aliran copyright berusaha mengunggulkan produk-produknya. Sebaliknya, aliran copyleft terkesan tidak ada yang mempromosikannya.
Padahal banyak produk-produk aliran copyleft alias OSS yang tidak kalah kualitasnya. Pada sisi lain, Indonesia sedang berupaya menegakkan HAKI. Upaya tersebut terasa sulit karena masyarakat kita sudah lama terbutakan dan terbius oleh software bajakan. Untuk itu upaya pemasyarakatan produk-produk OSS perlu digiatkan.
Selain itu, kebijakan program Indonesia Go Open Source (IGOS) yang bertujuan meningkatkan akselerasi pendayagunaan Open Source Software (OSS) dan memperkuat upaya infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga ikut mendorong ITS untuk mendirikan pusat kegiatan yang berhubungan dengan OSS di kota Surabaya khususnya bagi komunitas Open Source di ITS dengan nama : POSS-ITS ”Pemberdayagunaan Open Source Software – ITS”.
Selain di ITS, pada universitas – universitas lainnya di Indonesia, seperti UI, ITB, dll. yang di tunjuk sebagai bagian dari IGOS, telah aktif berperan dalam mensosialisasikan opensource, semisal UI yang telah menyelenggarakan “UI open source Day 2008” pada tanggal 26 November 2008. Selain itu UI juga telah merilis produk terbaru dari POSS UI, yaitu “DVD Repository Ubuntu 8.10”. selain itu, ITB juga telah mengadakan sosialisasi open office.org Impress di SMKN 1 Cimahi, dan masih banyak yang lainnya.

POSS Network
Jaringan Pusat Pendayagunaan Open Source Software (POSS Network) merupakan jaringan perguruan tinggi di Indonesia, yang bertujuan untuk mempercepat pendayagunaan OSS di masyarakat melalui berbagai kegiatan, antara lain:
1. Pemasyarakatan OSS,
2. Pelatihan OSS, dan
3. Dukungan penggunaan OSS.

Visi:
Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penggunaan perangkat komputer (khususnya perangkat lunak komputer) yang legal.

Misi:
Membantu masyarakat untuk dapat lebih memanfaatkan perangkat komputer dengan menggunakan OSS sebaik dan semudah mungkin, melalui:
1. Pendayagunaan OSS sesuai dengan kebutuhan,
2. Sosialisasi OSS, dan
3. Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan apresiasi, peningkatan pengetahuan dan keterampilan.

Jaringan perguruan tinggi:

1. Universitas Udayana
2. Universitas Airlangga
3. Institut Teknologi Sepuluh November
4. Universitas Gajah Mada
5. Institut Teknologi Bandung (fasilitator POSS Network)
6. President University
7. Institut Pertanian Bogor
8. Universitas Indonesia
9. Politeknik Manufaktur Astra
10. Universitas Al-Azhar
11. Politeknik Batam
12. Politeknik Del
13. Univ. Syiah Kuala

Syarat-syarat distribusi
Syarat – syarat distribusi open source software harus memenuhi kriteria-kriteria berikut:
1. Distribusi Ulang Gratis Lisensi distribusi tidak melarang pihak manapun untuk menjual atau memberikan software sebagai bagian dari distribusi software terpadu yang memuat program-program dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi seharusnya tidak mensyaratkan royalti atau biaya lain untuk hal tersebut.
2. Kode Sumber Program harus menyertakan kode sumber, dan harus mengizinkan distribusi kode sumber sebagaimana distribusi bentuk terkompilasinya. Jika sebuah produk tidak didistribusikan dengan kode sumbernya, harus ada sarana yang terpublikasi baik untuk mendapatkan kode sumber dengan mudah. Kode sumber harus dalam bentuk yang memudahkan programmer untuk memodifikasi program tersebut. Bentuk intermediet, seperti output preprosesor atau translator tidak diperbolehkan.
3. Kerja Turunan Lisensi harus mengizinkan modifikasi dan penerusan hasil kerja oleh orang lain, serta harus mengizinkannya untuk didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan software aslinya.
4. Integritas Penulis Kode Sumber Lisensi dapat melarang kode sumber untuk didistribusikan ulang dalam bentuk termodifikasi hanya jika lisensi mengizinkan distribusi file-file tambahan beserta kode sumber untuk tujuan memodifikasi progran pada masa pembangunan. Lisensi harus secara eksplisit mengizinkan distribusi software yang dibangun dari modifikasi kode sumber. Lisensi mungkin mensyaratkan hasil kerja turunan untuk menggunakan nama atau versi yang berbeda dari software aslinya.
5. Tak Ada Diskriminasi terhadap Pribadi atau Golongan Lisensi tidak boleh mendiskriminasi pribadi atau golongan manapun.
6. Tak Ada Diskriminasi terhadap Bidang atau Usaha Tertentu Lisensi tidak boleh melarang siapapun untuk memanfaatkan program dalam bidang atau usaha tertentu. Misalnya, tidak boleh melarang program untuk digunakan di bidang bisnis, atau digunakan dalam riset genetika.
7. Distribusi Lisensi Hak-hak yang dimiliki oleh program harus dapat diaplikasikan oleh semua orang yang menerima distribusi program tersebut, tanpa perlu penambahan lisensi oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
8. Lisensi Tidak Spesifik untuk Satu Produk Hak-hak yang dimiliki program bukan karena program tersebut menjadi bagian distribusi software tertentu. Jika program tersebut dipisahkan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan di bawah lisensi program, semua pihak yang menerima distribusi tersebut mempunyai hak yang sama sebagaimana hak yang dipunyai oleh distribusi software asal.
9. Lisensi Tidak Membatasi Software Lain Lisensi tidak boleh melakukan pembatasan terhadap software lain yang didistribusikan bersama dengan software yang diberi lisensi. Misanya, lisensi tidak boleh memaksa agar semua program lain yang didistribusikan melalui medium yang sama harus merupakan open source software.
10. Lisensi Harus Netral terhadap Teknologi Tidak ada syarat lisensi yang merupakan predikat dari suatu teknologi atau gaya antarmuka tertentu.

Sumber : - step2k.blogsome.com/2005/01/20/3/
- frankdjeby.wordpress.com/2008/11/17/sejarah-open-source-sistem-operasi/
- opensource.unair.ac.id
- poss.its.ac.id
- poss.itb.ac.id
-.poss.ui.ac.id/headline/2008/11/06/agenda-rutin-poss-ui-pengembangan-dvd- repository- ubuntu-810/
- poss.ui.ac.id/headline/2008/11/28/laporan-kegiatan-ui-open-source-day-2008/
- osc.ugm.ac.id/ossdata/index.php?title=Definisi_Open_Source


Perbedaan antara IS dan IT

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


Web Technology  

Sedikit penjelasan dari PC media
Web 1.0 merupakan website konvensional dimana web 1.0 merupakan jenis web statis, sehingga kurang/ tidak ada interaksi dari pengunjung. Web 2.0 merupakan sebuah website dimana pengunjung dapat ikut “meramaikan” isi dari website tersebut, hal ini dikarenakan web 2.0 merupakan jenis website dinamis. Sedangka definisi web 2.0 oleh Tim O’Reilly (pendiri O’Reilly Media), web 2.0 adalah revolusi bisnis pada industri komputer yang dikarenakan oleh perpindahan internet menjadi sebuah platform. Sedangkan istilah web 3.0 mengacu pada pengertian semantic web, dimana content web ditampilkan tidak hanya dengan format bahasa manusia yang umum (natural language), tetapi juga dalam format yang dapat dibaca dan digunakan oleh mesin (baca : software), sehingga web 3.0 akan memiliki kecerdasan buatan sehingga sebuah search engine akan dapat menemukan dan mengintegrasikan sebuah informasi dengan mudah. Selain itu pada web 3.0 diharapkan website merupakan database, sehingga semakin interaktif dan dinamis kepada para pengunjung atau dinamakan data web.

Di zaman sekarang ini, hampir semua orang mengenal internet. Banyak orang yang melakukan akses ke internet setiap harinya bahkan tidak sedikit dari meraka yang menjadikan internet sebagai ladang pencarian. Para pengguna internet tentunya tidak asing lagi dengan istilah web yang sudah menjadi makanan sehari-harinya. Web sendiri memiliki pengertian sebagai suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI). Saat ini Web sudah mengalami peningkatan yang tajam seiring dengan berkembangnya zaman. Banyak praktisi yang memberikan label Web 1.0, Web 2.0 dan Web 3.0, ini untuk memudahkan pembahasan sekaligus menandai perkembangan teknologi Web.

Berikut adalah sedikit rincian penjelasan tentang perkembangan teknologi Web:
WEB 1.0
Dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Ciri-cirinya yang mencolok yaitu consult, surf dan search. Pengguna hanya bisa browsing dan searching data saja. Aplikasi ini menggambarkan hubungan yang searah, statis, dan saling berdiri sendiri antara pemilik /penerbit situs dengan pembacanya dengan fokus adalah “saya” sebagai pemilik situs dan situs itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa aplikasi ini merupakan web statis. Aplikasi ini kurang begitu diminati, karena kurangnya umpan balik dari pengguna.
WEB 2.0
Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media dan didefinisikan sebagai berikut:
“Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut.”
Meskipun terlihat seperti menunjukkan versi baru dari web, tetapi istilah ini tidak mengacu kepada pembaruan spesifikasi teknis World Wide Web, melainkan lebih kepada bagaimana cara pengembang sistem dalam menggunakan platform web.
Para pengguna bisa bertukar informasi dan sharing pengetahuan ke pengguna lainnya. Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun dengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan “open source “). Aplikasi ini adalah hasil dari siklus peluncuran (release cycle) perangkat lunak. Banyak keuntungan dari aplikasi ini karena dapat digunakan dan diadopsi oleh user. Teknologi yang dipakai adalah AJAX (Asynchronous JavaScript and XMLHTTP).

Teknik Aplikasi Internet adalah HTML dan XHTML (eXtensible HyperText Markup Language). Weblog-publishing tools. Jenis interaksi yang dapat dilakukan pada era kedua ini antara lain untuk saling bertukar informasi (sharing), eksploitasi informasi, dan juga pembuatan komunitas-komunitas online seperti yang marak saat ini, seperti Friendster, Multiply, YouTube, Wiki atau forum software, dan lain-lain. Aplikasi ini merupakan web dinamis, karena di dalam aplikasi ini bisa terjadi hubungan 2 arah.
Perbedaan yang mencolok pada Web 1.0 dan Web 2.0 adalah keterbatasan Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya. Sedangkan dengan Web 2.0 pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.

WEB 3.0
Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001. Ketika Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halaman-halaman Web. Aplikasi ini memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide. Web 3.0 menawarkan metode yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan data dengan kapasitas yang luar biasa besar.
Web 3.0 dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence). Aspek yang diutamakan adalah aspek interaksi. Bagaimana sebuah web dapat memberikan sebuah interaksi sesuai dengan kebutuhan informasi setiap pemakaianya. Kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service. Web service adalah aplikasi yang dapat diakses oleh aplikasi yang lain. Menyimpan data dalam bentuk XML. Dapat diakses oleh multi platform. Pada aplikasi ini pengguna bisa membuka konten-konten yang dibutuhkan saja tanpa perlu membukan konten tersebut satu per satu.

Teknologi WEB 3.0, antara lain :

SOAP
(Simple Object Access Protocol ) adalah standar untuk bertukar pesan-pesan berbasis XML melalui jaringan komputer atau sebuah jalan untuk program yang berjalan pada suatu sistem operasi (OS) untuk berkomunikasi dengan program pada OS yang sama maupun berbeda dengan menggunakan HTTP dan XML sebagai mekanisme untuk pertukaran data.

REST
representational state transfer atau transfer keadaan representasi , adalah suatu gaya arsitektur perangkat lunak untuk untuk pendistibusian sistem hipermedia seperti WWW.

WSDL
format XML yang diterbitkan untuk menerangkan webservice .
WSDL mendefinisikan:
pesan-pesan (baik yang abstrak dan kongkrit) yang dikirim ke dan menuju web service, koleksi-koleksi digital dari pesan-pesan (port type, antarmuka). Bagaimana port type yang ditentukan dijadikan wire protokol di mana servis ditempatkan.

WDDX
Web Distributed Data eXchange. Mekanisme pertukaran data dari lingkungan yang berbeda

Apakah Web 3.0 adalah yang terakhir?? Ataukah akan muncul Web-Web lainnya. Mari kita lihat saja bagaimana kelanjutan perkembangan teknologi Web ini di masa yang akan datang……..
Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Web_2.0
http://en.wikipedia.org/wiki/Web_3.0
http://newmedia … continue reading this entry.


Si Baru yang Super Cepat

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


Perbedaan Sistem Informasi dengan Jurusan Lainnya(Informatika)  

Menurut definisi dari "Om Wiki"
Sistem Informasi adalah..
Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan
Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)
Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.
Dan definisi Informatika menurut yg saya pikirkan adalah
ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software)
dari definisi di atas sudah terlihat jelas dimana perbedaan SI dan TC

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


fitur dan kemampuan Google Chrome  

Sabtu, 04 Oktober 2008

Menurut sumber dari Google Blogoscoped dan telah di terjemahin,Google Chrome mempunyai fitur dan kemampuan sebagai berikut:
1. JavaScript Virtual Machine yang dinamakan V8, dengan didukung oleh V8, maka browser ini akan memompa kecepatan browser menjadi beberapa kali lipat dan seperti para programmer java tahu bahwa, JVM mempunyai kelebihan di dalam menghemat memori, robust, dan reliable.

2. Google Chrome menggunakan spesial tabs di dalam tasking dari satu jendela ke jendela lain. Spesial tabs ini berbeda seperti yang tampak pada browser Mozilla kita yang tabs nya terletak dibawah address bar, tabs Google Chrome akan terletak diatas (=hmmm.. nampaknya kelebihan yang lumayan untuk dibanggakan ya!)


3. Browser mempunyai kelebihan auto-completion di address bar yg dinamakan omnibox. Kemampuan ini nampaknya memang patut dikagumi. Google Chrome akan memberikan search suggestions ketika kita mengetik kata kunci yang kita inginkan. Search suggestion yang kita berikan spt “canon digital camera” akan menjadi “digital camera”.

4. Google Chrome mempunyai fitur “speed dial” yg hampir sama dengan browser Opera, dimana memberikan thumbnails screenshot terhadap 9 halaman yang paling sering kita kunjungi dan menampilkan latest bookmark dan latest search.

5. Incognito, sebuah fitur yang menjaga privasi seperti halnya Microsoft dengan InPrivate. Cara kerja dan kemampuan incognito nanti akan kita bahas lebih dalam setelah browser ini bisa didownload dan dipakai..

6. Google Chrome akan selalu / setiap saat mendownload list situs-situs berbahaya yang akan mencegah penyebaran malware/spyware/worm dan serangan-serangan lain spt phising dan pencurian identitas, dll

Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai kelebihan dan kinerja dari Google Chrome di blog resmi Google Blog - A fresh take on the browser
Apakah Firefox 3 dan IE8 akan ditinggalkan ?

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


 

Design by hackerunyil,abankzuya.blogspot.com